PENTINGNYA LABORATORIUM PAI UPAYA PEMERINTAH MENGEMBANGKAN RELIGIUS CULTURE



ABDISUARA SUMUT DPW AGPAII Sumatera Utara membuat terobosan baru, setelah berkordinasi dengan berbagai pihak terkait pelaksanaan Pengelolaan Laboratorium PAI, Ketua AGPAII Sumut menyampaikan, 


"Persiapan Pelaksanaan Bimtek sudah hampir rampung, terkait peserta, tempat ke giatan, para dosen UIN yg menjadi nara sumber dan kordinasi ke berbagai pihak sudah hampir rampung, kami sudah menyiapkan langkah-langkah agar dapat terlaksana dengan baik sesuai regulasi dan rencana. Kami tinggal berkomunikasi dan kordinasi secara resmi dengan rata-rata peserta paling lambat minggu ini"


Ahmad Taufik Nasution menyatakan, 


"Program ini sudah menjadi program nasional Kementrian Agama, antara lain Direktorat menyuapkan program bantuan untuk rumah ibadah dan Laboratorium setiap tahun, hampir setiap tahun ada bantuan sekitar 10 sd 15 juta per sekolah dalam bentuk penggunaan peralatan, tahun 2023 AGPAII juga melakukan advokasi dan konsultan untuk mendapatkan bantuan ada puluhan yang kita bantu dari sisi pembuatan proposal dan informasi sesuai Juknis dan 2023 ada beberapa sekolah yg dapat bantuan, secara nasional jumlah quota bantuan ratusan rumah ibadah/Laboratorium PAI. Jadi, kami harap bukan hanya karena untuk penambahan JP sertifikasi 12 JP, tapi juga upaya kita agar habituasi Religius Culture melalui Laboratorium ini bisa dikembangkan, apa lagi karakter anak-anak kita lebih cenderung bersifat kongkrit dan praktis, jadi labortaorium bisa menjadi bentuk solusi bagi kejenuhan belajar teoritis kognitif."


Demikian pernyataan dari Ketua DPW yang didampingi sekretaris Muas Daulay, dan bendahara DPW Elfi Syahroini, di tengah persiapan pembahasan silaturahim ke Fakultas Tarbiyah UMSU

Post a Comment

Previous Post Next Post